Kamis, 24 Maret 2016

CERPEN "DEWA SI PENYAPU JALAN"


DEWA SI PENYAPU JALAN

Pada suatu hari ada 5 orang siswa SMA sedang mencari narasumber. Mereka adalah Benny, Angel, Pingkan, Rian dan Bella. Mereka menyusuri daerah Jatinegara tetapi tidak menemukan narasumber yang diinginkan. Dan mereka beralih ke Kampung Melayu, tetapi mereka tidak juga menemukan narasumber. Setelah kurang lebih 15 menit mereka baru menemukan narasumber didekat halte bus transjakarta.
Narasumber mereka adalah seorang anak laki-laki berusia kurang lebih 8 tahun bernama Dewa yang berprofesi sebagai penyapu jalan. Ibunya telah meninggal dunia sedangkan ayahnya tidak bisa bekerja lagi karena tangannya sakit akibat terlalu sering mengangkat barang berat di pasar. Dewa mempunyai 2 kakak dan 2 adik. Kakak yang pertama telah meninggal dunia sedangkan kakak yang kedua pergi meninggalkan rumah tanpa sebab. Setiap hari Dewa berangkat kerja dengan berjalan kaki tanpa alas kaki. Dia bekerja sebagai penyapu jalan mulai jam 09.00 pagi sampai jam 12.00 siang, setelah itu dia pulang ke rumah untuk segera berangkat sekolah. Setiap hari dia mendapatkan upah Rp 5.000 yang ia belikan nasi dan lauk tempe untuk dimakan bersama ayah dan adiknya. Satu bungkus nasi dimakan berempat. Dewa sangat rajin ke sekolah dan mempunyai cita cita menjadi pemain biola. Benny dan teman temannya sangat terharu dan berniat ingin mengunjungi rumah Dewa tetapi Dewa menolaknya karena dilarang oleh ayahnya membawa orang kerumah. Benny dan teman temannya tidak putus asa dan sebagai gantinya mereka memberikan makanan untuk dibawa pulang Dewa.
Dari cerita diatas sangat memprihatinkan sekali karena anak seusia Dewa yang seharusnya sekolah dan menikmati masa kecilnya untuk bermain, tetapi sudah bekerja untuk mencukupi kebutuhan ayah dan adik adiknya. Dari peristiwa itu hendaknya kita bersyukur dengan keadaan kita yang jauh lebih baik dari pada Dewa. Dan apabila kita menjumpai hal hal tersebut sebaiknya kita membantu meringankan beban mereka.

Minggu, 13 Maret 2016

LINGKUNGAN HIDUP

lingkungan hidup atau bisa juga kita sebut lingkungan saja merupakan segala makhluk hidup maupun tidak hidup yang ada di bumi atau alam kita ini. Lingkungan hidup ini ada bebas dari campur tangan manusia sering disebut lingkungan biotik dan sebaliknya terdapat lingkungan buatan yang ada karena ada campur tangan manusia atau sering disebut dengan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik contohnya hewan, tumbuhan, dan manusia atau segala makhluk hidup yang ada di bumi. Lingkungan abiotik contohnya yaitu batu, air, udara, tanah, sinar matahari, atau segala sesuatu yang tidak hidup bisa juga disebut sebagai benda mati yang ada di sekitar kita.

Artikel lingkungan hidup yang harus dilestarikan

Di Indonesia terdapat definisi sendiri mengenai lingkungan hidup yang tercatat dalam Undang-undang No. 23 tahun 1997. Inti dari undang-undang tersebut secara singkat, lingkungan hidup diartikan sebagai semua hal baik benda mati dan semua makhluk hidup seperti manusia dan juga perilaku mereka yang dapat mempengaruhi lingkungan sekitar mereka.
Di dalam artikel lingkungan hidup pun ada yang namanya lingkungan sosial. Lingkungan sosial merupakan lingkungan atau tempat di mana kita berinteraksi dengan orang lain seperti lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, lingkungan kerja, dan masih banyak lagi.
Pada tahun 1972, Perserikatan Bangsa-Bangsa atau disingkat menjadi PBB mengadakan konferensi yang bertema lingkungan hidup dan menyatakan bahwa pada tanggal 5 Juni menjadi hari lingkungan hidup di seluruh dunia. Mungkin kita belum tahu atau lupa bahwa tanggal 5 Juni diperingati sebagai hari lingkungan hidup di mana hal ini dibuat untuk mengingatkan semua orang bahwa kita harus ambil bagian di dalam pelestarian lingkungan hidup di mana pun kita berada.
Indonesia memiliki berbagai permasalahannya sendiri bila kita membicarakan tentang artikel lingkungan hidup. Kebanyakan permasalahan lingkungan hidup di Indonesia disebabkan karena aktivitas manusianya yang kurang menyadari untuk melestarikan alam sekitar.