DEWA
SI PENYAPU JALAN
Pada suatu hari ada 5 orang siswa SMA sedang
mencari narasumber. Mereka adalah Benny, Angel, Pingkan, Rian dan Bella. Mereka
menyusuri daerah Jatinegara tetapi tidak menemukan narasumber yang diinginkan.
Dan mereka beralih ke Kampung Melayu, tetapi mereka tidak juga menemukan
narasumber. Setelah kurang lebih 15 menit mereka baru menemukan narasumber
didekat halte bus transjakarta.
Narasumber mereka adalah seorang anak
laki-laki berusia kurang lebih 8 tahun bernama Dewa yang berprofesi sebagai
penyapu jalan. Ibunya telah meninggal dunia sedangkan ayahnya tidak bisa
bekerja lagi karena tangannya sakit akibat terlalu sering mengangkat barang
berat di pasar. Dewa mempunyai 2 kakak dan 2 adik. Kakak yang pertama telah
meninggal dunia sedangkan kakak yang kedua pergi meninggalkan rumah tanpa
sebab. Setiap hari Dewa berangkat kerja dengan berjalan kaki tanpa alas kaki.
Dia bekerja sebagai penyapu jalan mulai jam 09.00 pagi sampai jam 12.00 siang, setelah
itu dia pulang ke rumah untuk segera berangkat sekolah. Setiap hari dia
mendapatkan upah Rp 5.000 yang ia belikan nasi dan lauk tempe untuk dimakan
bersama ayah dan adiknya. Satu bungkus nasi dimakan berempat. Dewa sangat rajin
ke sekolah dan mempunyai cita cita menjadi pemain biola. Benny dan teman temannya
sangat terharu dan berniat ingin mengunjungi rumah Dewa tetapi Dewa menolaknya
karena dilarang oleh ayahnya membawa orang kerumah. Benny dan teman temannya
tidak putus asa dan sebagai gantinya mereka memberikan makanan untuk dibawa
pulang Dewa.
Dari cerita diatas sangat memprihatinkan
sekali karena anak seusia Dewa yang seharusnya sekolah dan menikmati masa
kecilnya untuk bermain, tetapi sudah bekerja untuk mencukupi kebutuhan ayah dan
adik adiknya. Dari peristiwa itu hendaknya kita bersyukur dengan keadaan kita
yang jauh lebih baik dari pada Dewa. Dan apabila kita menjumpai hal hal
tersebut sebaiknya kita membantu meringankan beban mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar